Monday, 15 January 2018

teks drama beserta ulasannya


Dendam Menghancurkan Persahabatan

Penulis             : Ifti Luthviana Dewi
Pemeran          : Florina, Meisya, Rara, Salsa Fira, Guru
Tanggal rilis    : 10 Juni 2015

Siang itu saat jam istirahat, empat orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara, Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
Meisya           : “Eh, kalian mau pesan minuman apa ?”
Rara               : “Aku es jeruk dong.”
Salsa                : “Aku juga es jeruk.”
Meisya            : “Yaudah, semuanya es jeruk aja ya, biar sama.”
Florina             : “Iya gitu aja biar nggak kelamaan buatnya.”
Meisya            : “Oke deh.” (sambil bangkit dan memesan minuman)
Fira                  : “Minumnya biar aku aja ya yang bayar. Udah lama banget nggak nraktir  kalian nih.”
Rara dkk          : “Makasih ya Fir.” (terlihat sangat senang)
Bel tanda masuk berbunyi.
Florina             : “Eh udah bel tuh. Ke kelas yuk !” (sambil berdiri)
Meisya dkk      : “Yuk !” (seraya bangkit dan mengajak teman yang lain)
Di kelas, pelajaran sudah di mulai. Ibu guru telah berada di depan kelas untuk melanjutkan pelajaran minggu lalu.
Guru                : “Anak-anak, seperti yang sudah Ibu tugaskan minggu lalu, kita akan belajar membuat telur asin. Silahkan kumpul dengan anggota kelompok masing-masing. Kemudian keluarkan barang-barang yang sudah ibu suruh bawa dan letakkan di atas meja.”
Florina             : “Kalian bawa barang yang udah dibagi kemarin kan ?”
Fira dkk           : “Bawa dong.” (mengeluarkan barang-barang dan menaruhnya di atas meja)
Salsa                : “Kok abu gosoknya banyak banget sih. Kita kan Cuma butuh dikit.”
Meisya            : “Emang segitu kok abu gosoknya.”
Fira                  : “Tapi setauku enggak sebanyak ini. Ini sih berlebihan.”
Rara                : “Emang segitu kok Hen.”
Florina             : “Kok kalian nggak percaya sih ? Bener kata Meisya dan Rara, abu gosoknya emang segitu.” (sedikit kesal)
Salsa                : “Tapi nggak sebanyak itu Flor. Iya kan Fir ?”
Fira                  : “Iya, nggak sebanyak itu. Sini biar aku aja yang ngerjain !” (mengambil abu gosok)
Meisya            : “Biar aku aja! Kalian itu nggak tau.” (mengambil abu gosok dari tangan Fira)
Melia, Rara, Florina, Fira dan Salsa saling berebut abu gosok dan akhirnya semua abu gosoknya tumpah dan mereka terjatuh.
Guru                : “Apa-apaan ini ? Kenapa abu gosoknya tumpah dan berantakan seperti ini ? Sekarang kalian bersihkan sampai bersih dan nilai kalian Ibu kurangi.” (terlihat marah)
Fira                    : “Gara-gara kalian sih, nilai kita jadi dikurangin !” (bicara pada Florina, Meisya dan Rara)
Rara                : “Kok jadi kita sih yang disalahin ? Itu semua kan gara-gara kamu!”
Salsa                : “Ini gara-gara kamu!”
Florina             : “Kalian sih ngrebut abu gosoknya ! Jadi kita yang kena impasnya.”
Mereka saling menyalahkan satu sama lain tanpa ada satupun yang mau mengalah dan minta maaf. Persahabatan mereka terpecah. Fira dan Salsa menjauh dari Florina, Meisya dan Rara. Mereka saling berencana untuk membalas dendam.
Saat itu pelajaran Bahasa Indonesia, mereka sedang belajar di perpustakaan.
Florina               : “Eh eh eh, kalian kasih buku ini ke Salsa sama Fira. Biar mereka dimarahin sama Bu Guru. Biar tau rasa.” (berbisik-bisik dengan Meisya dan Rara sambil menyobek buku perpustakaan)
Meisya              : “Nih ada buku. Bu Guru nyuruh kalian baca.” (memberikannya dengan malas-malas)
Rara                  : “Ibu Guru! Lihat deh, Salsa sama Fira ngrobek buku perpustakaan !” (setengah berteriak sambil menunjuk Salsa dan Fira)
Guru                  : “Apa yang kalian lakukan sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
Fira                    : “Tapi bukan kita Bu pelakunya. Kita Cuma dijebak.”
Guru                  : “Tidak usah banyak alasan ! Jalani saja hukuman yang Ibu berikan!”
Salsa                  : “Baik Bu.”
Saat di kelas, Ibu Guru sedang menjelaskan pelajaran, namun Florina, Meisya dan Rara justru ramai sendiri dan mengobrol di kelas. Ibu Guru yang melihatnya menjadi jengkel dan marah karena merasa tidak dihargai.
Guru                : “Rara, Florina, Meisya ! Apa yang sedang kalian lakukan ? Ibu sedang menerangkan tapi kalian justru ramai sendiri. Sudah merasa pintar ?”
Meisya             : “Enggak Bu. Maafkan kami.”
Guru                : “Kalian Ibu hukum karena terlalu sering berbuat onar. Sepulang sekolah, kalian bertiga bersihkan kelas sampai bersih.”
Florina             : “Ta tapi Bu”
Guru                : “Tidak ada tapi-tapian. Lakukan saja tugas kalian.”
Sepulang sekolah, Florina, Meisya, dan Rara melaksanakan hukuman yang diberikan Ibu Guru. Setelah selesai, Salsa dan Fira menghampiri mereka bertiga.
Florina             : “Mau apa kalian ? Mau mengejek kami ?”
Fira                  : “Kita capek musuhan terus terus sama kalian. Lebih baik kita baikan dan bersahabat lagi.”
Rara                : “Benar kata Fira. Kita jadi sering dihukum karena saling mecoba balas dendam.”
Meisya            : “Aku juga setuju dengan mereka.”
Salsa                : “Aku juga.”
Florina             : “Sebenernya, aku juga ngerasa kaya gitu. Kalo gitu, maafin kami ya.”
Fira dan Salsa: “Iya, maafin kita juga ya. Kita sahabatan lagi kan ?”
Rara                : “Tentu. Jangan pernah marahan lagi kaya kemarin ya.”
Mereka berlima akhirnya saling bermaafan dan kembali bersahabat seperti dahulu. Tidak ada permusuhan lagi diantara mereka.
·      


















 Unsur Intrinsik
1.  Judul                       : Dendam Menghancurkan Persahabatan
2.  Tema                      : persahabatan
3.  Latar                      :
v  Tempat            :
a) Kantin
Siang itu saat jam istirahat, empat orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara, Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
b) Ruang kelas
         Saat di kelas, Ibu Guru sedang menjelaskan pelajaran, namun Florina, Meisya dan Rara justru ramai sendiri dan mengobrol di kelas. Ibu Guru yang melihatnya menjadi jengkel dan marah karena merasa tidak dihargai.
c) Perpustakaan
Saat itu pelajaran Bahasa Indonesia, mereka sedang belajar di perpustakaan.
v  Waktu              :
a) Siang hari,
Siang itu saat jam istirahat, empat orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara, Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
b) Saat istirahat,
Siang itu saat jam istirahat, empat orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara, Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
 c) Saat pelajaran,
Bel tanda masuk berbunyi.
Florina             : “Eh udah bel tuh. Ke kelas yuk !” (sambil berdiri)
Meisya dkk      : “Yuk !” (seraya bangkit dan mengajak teman yang lain)
Di kelas, pelajaran sudah di mulai. Ibu guru telah berada di depan kelas untuk melanjutkan pelajaran minggu lalu.
d)  Saat pulang sekolah
Sepulang sekolah, Florina, Meisya, dan Rara melaksanakan hukuman yang diberikan Ibu Guru. Setelah selesai, Salsa dan Fira menghampiri mereka bertiga.
v  Suasana           :
a) Bahagia,
Siang itu saat jam istirahat, empat orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara, Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
Meisya           : “Eh, kalian mau pesan minuman apa ?”
Rara               : “Aku es jeruk dong.”
Salsa                : “Aku juga es jeruk.”
Meisya            : “Yaudah, semuanya es jeruk aja ya, biar sama.”
Florina             : “Iya gitu aja biar nggak kelamaan buatnya.”
Meisya            : “Oke deh.” (sambil bangkit dan memesan minuman)
Fira                  : “Minumnya biar aku aja ya yang bayar. Udah lama banget nggak nraktir  kalian nih.”
Rara dkk          : “Makasih ya Hen.” (terlihat sangat senang)
b) Haru
Fira                  : “Kita capek musuhan terus terus sama kalian. Lebih baik kita baikan dan bersahabat lagi.”
Rara                : “Benar kata Fira. Kita jadi sering dihukum karena saling mecoba balas dendam.”
Meisya            : “Aku juga setuju dengan mereka.”
Salsa                : “Aku juga.”
Florina             : “Sebenernya, aku juga ngerasa kaya gitu. Kalo gitu, maafin kami ya.”
Fira dan Salsa: “Iya, maafin kita juga ya. Kita sahabatan lagi kan ?”
Rara                : “Tentu. Jangan pernah marahan lagi kaya kemarin ya.”
Mereka berlima akhirnya saling bermaafan dan kembali bersahabat seperti dahulu. Tidak ada permusuhan lagi diantara mereka.
C)  Marah,
Rara                  : “Ibu Guru! Lihat deh, Salsa sama Fira ngrobek buku perpustakaan !” (setengah berteriak sambil menunjuk Salsa dan Fira)
Guru                  : “Apa yang kalian lakukan sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
d) Kesal
Salsa                : “Kok abu gosoknya banyak banget sih. Kita kan Cuma butuh dikit.”
Meisya            : “Emang segitu kok abu gosoknya.”
Fira                  : “Tapi setauku enggak sebanyak ini. Ini sih berlebihan.”
Rara                : “Emang segitu kok Hen.”
Florina             : “Kok kalian nggak percaya sih ? Bener kata Meisya dan Rara, abu gosoknya emang segitu.” (sedikit kesal)

4.  Alur                         : maju
5.  Tokoh                      : Florina, Meisya, Rara, Salsa Fira, Guru
6.  Penokohan              :         
v  Florina        :
a)  keras kepala, tidak mau mengalah
Salsa                : “Kok abu gosoknya banyak banget sih. Kita kan Cuma butuh dikit.”
Meisya            : “Emang segitu kok abu gosoknya.”
Fira                  : “Tapi setauku enggak sebanyak ini. Ini sih berlebihan.”
Rara                : “Emang segitu kok Hen.”
Florina             : “Kok kalian nggak percaya sih ? Bener kata Meisya dan Rara, abu gosoknya emang segitu.” (sedikit kesal)
Salsa                : “Tapi nggak sebanyak itu Flor. Iya kan Hen ?”
Fira                  : “Iya, nggak sebanyak itu. Sini biar aku aja yang ngerjain !” (mengambil abu gosok)
Meisya            : “Biar aku aja! Kalian itu nggak tau.” (mengambil abu gosok dari tangan Fira)
Melia, Rara, Florina, Fira dan Salsa saling berebut abu gosok dan akhirnya semua abu gosoknya tumpah dan mereka terjatuh.
b) Pemaaf
Rara                : “Benar kata Fira. Kita jadi sering dihukum karena saling mecoba balas dendam.”
Meisya            : “Aku juga setuju dengan mereka.”
Salsa                : “Aku juga.”
Florina             : “Sebenernya, aku juga ngerasa kaya gitu. Kalo gitu, maafin kami ya.”
Fira dan Salsa: “Iya, maafin kita juga ya. Kita sahabatan lagi kan ?”
Rara                : “Tentu. Jangan pernah marahan lagi kaya kemarin ya.”

v  Meisya       :  Sombong
Salsa                : “Tapi nggak sebanyak itu Flor. Iya kan Hen ?”
Fira                  : “Iya, nggak sebanyak itu. Sini biar aku aja yang ngerjain !” (mengambil abu gosok)
Meisya            : “Biar aku aja! Kalian itu nggak tau.” (mengambil abu gosok dari tangan Fira)
Melia, Rara, Florina, Fira dan Salsa saling berebut abu gosok dan akhirnya semua abu gosoknya tumpah dan mereka terjatuh.

v  Rara    : Pendendam, suka menuduh atau memfitnah
Florina               : “Eh eh eh, kalian kasih buku ini ke Salsa sama Fira. Biar mereka dimarahin sama Bu Guru. Biar tau rasa.” (berbisik-bisik dengan Meisya dan Rara sambil menyobek buku perpustakaan)
Meisya              : “Nih ada buku. Bu Guru nyuruh kalian baca.” (memberikannya dengan malas-malas)
Rara                  : “Ibu Guru! Lihat deh, Salsa sama Fira ngrobek buku perpustakaan !” (setengah berteriak sambil menunjuk Salsa dan Fira)

v  Fira      :
a) Pemaaf, penyabar
Guru                  : “Apa yang kalian lakukan sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
Fira                    : “Tapi bukan kita Bu pelakunya. Kita Cuma dijebak.”
Guru                  : “Tidak usah banyak alasan ! Jalani saja hukuman yang Ibu berikan!”
Salsa                  : “Baik Bu.”
Saat di kelas, Ibu Guru sedang menjelaskan pelajaran, namun Florina, Meisya dan Rara justru ramai sendiri dan mengobrol di kelas. Ibu Guru yang melihatnya menjadi jengkel dan marah karena merasa tidak dihargai.
Guru                : “Rara, Florina, Meisya ! Apa yang sedang kalian lakukan ? Ibu sedang menerangkan tapi kalian justru ramai sendiri. Sudah merasa pintar ?”
Meisya             : “Enggak Bu. Maafkan kami.”
Guru                : “Kalian Ibu hukum karena terlalu sering berbuat onar. Sepulang sekolah, kalian bertiga bersihkan kelas sampai bersih.”
Florina             : “Ta tapi Bu”
Guru                : “Tidak ada tapi-tapian. Lakukan saja tugas kalian.”
Sepulang sekolah, Florina, Meisya, dan Rara melaksanakan hukuman yang diberikan Ibu Guru. Setelah selesai, Salsa dan Fira menghampiri mereka bertiga.
Florina             : “Mau apa kalian ? Mau mengejek kami ?”
Fira                  : “Kita capek musuhan terus terus sama kalian. Lebih baik kita baikan dan bersahabat lagi.”
b) Baik
Siang itu saat jam istirahat, empat orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara, Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
Meisya           : “Eh, kalian mau pesan minuman apa ?”
Rara               : “Aku es jeruk dong.”
Salsa                : “Aku juga es jeruk.”
Meisya            : “Yaudah, semuanya es jeruk aja ya, biar sama.”
Florina             : “Iya gitu aja biar nggak kelamaan buatnya.”
Meisya            : “Oke deh.” (sambil bangkit dan memesan minuman)
Fira                  : “Minumnya biar aku aja ya yang bayar. Udah lama banget nggak nraktir  kalian nih.”
Rara dkk          : “Makasih ya Fir.” (terlihat sangat senang)

v  Salsa    : keras kepala, tidak mau mengalah, pemaaf
Guru                : “Apa-apaan ini ? Kenapa abu gosoknya tumpah dan berantakan seperti ini ? Sekarang kalian bersihkan sampai bersih dan nilai kalian Ibu kurangi.” (terlihat marah)
Fira                    : “Gara-gara kalian sih, nilai kita jadi dikurangin !” (bicara pada Florina, Meisya dan Rara)
Rara                : “Kok jadi kita sih yang disalahin ? Itu semua kan gara-gara kamu!”
Salsa                : “Ini gara-gara kamu!”
Florina             : “Kalian sih ngrebut abu gosoknya ! Jadi kita yang kena impasnya.”
Mereka saling menyalahkan satu sama lain tanpa ada satupun yang mau mengalah dan minta maaf. Persahabatan mereka terpecah. Fira dan Salsa menjauh dari Florina, Meisya dan Rara. Mereka saling berencana untuk membalas dendam.
Saat itu pelajaran Bahasa Indonesia, mereka sedang belajar di perpustakaan.
Florina               : “Eh eh eh, kalian kasih buku ini ke Salsa sama Fira. Biar mereka dimarahin sama Bu Guru. Biar tau rasa.” (berbisik-bisik dengan Meisya dan Rara sambil menyobek buku perpustakaan)
Meisya              : “Nih ada buku. Bu Guru nyuruh kalian baca.” (memberikannya dengan malas-malas)
Rara                  : “Ibu Guru! Lihat deh, Salsa sama Fira ngrobek buku perpustakaan !” (setengah berteriak sambil menunjuk Salsa dan Fira)
Guru                  : “Apa yang kalian lakukan sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
Fira                    : “Tapi bukan kita Bu pelakunya. Kita Cuma dijebak.”
Guru                  : “Tidak usah banyak alasan ! Jalani saja hukuman yang Ibu berikan!”
Salsa                  : “Baik Bu.”

v  Guru    : tegas, bijak
Guru                  : “Apa yang kalian lakukan sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
Fira                    : “Tapi bukan kita Bu pelakunya. Kita Cuma dijebak.”
Guru                  : “Tidak usah banyak alasan ! Jalani saja hukuman yang Ibu berikan!”
Salsa                  : “Baik Bu.”
Saat di kelas, Ibu Guru sedang menjelaskan pelajaran, namun Florina, Meisya dan Rara justru ramai sendiri dan mengobrol di kelas. Ibu Guru yang melihatnya menjadi jengkel dan marah karena merasa tidak dihargai.
Guru                : “Rara, Florina, Meisya ! Apa yang sedang kalian lakukan ? Ibu sedang menerangkan tapi kalian justru ramai sendiri. Sudah merasa pintar ?”
Meisya             : “Enggak Bu. Maafkan kami.”
Guru                : “Kalian Ibu hukum karena terlalu sering berbuat onar. Sepulang sekolah, kalian bertiga bersihkan kelas sampai bersih.”
Florina             : “Ta tapi Bu”
Guru                : “Tidak ada tapi-tapian. Lakukan saja tugas kalian.”

7.   Amanat :
Jangan pernah kalian bermusuhan dengan siapapun, termasuk sahabat kalian sendiri. Karena dendam akan membuat hidup seseorang menderita dan sengsara. Manusia hidup didunia saling membutuhkan satu sama lain, tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Jadi, segeralah meminta maaf kepada orang lain jika kamu memiliki kesalahan.

8. Konflik :
Permulaan               : Florina, Meisya, Rara, Slasa dan Fira mereka dalah lima orang siswi di salah satu sekolah yang sudah bersahabat sejak lama.
Pengenalan masalah: Salsa dan Florina saling berargumen menganai jumlah abu gosok yang akan mereka gunakan, Fira membela Salsa sedangkan Meisya dan Rara membela Florina.
Puncak masalah       : Persahabatan mereka terpecah menjadi dua. Salsa dengan Fira sedangkan Florina dengan Meisya dan Rara. Dua kubu yang dulunya sahabat itu saling mencoba untuk membalas dendam.
Penurunan                : Akhirnya mereka sadar bahwa permusuhan mereka hanya disebabkan oleh hal yang sangat kecil, mereka lalu saling minta maaf.
Penyelesaian            : Mereka berlima bersahabat kembali.

No comments:

Post a Comment

Tingginya Angka Putus Sekolah Jadi Kendala Wajib Belajar 12 tahun

1. Pertanyaan : Mengapa faktor ekonomi dianggap sebagai penyebab utama meningkatnya angka putus sekolah ? Jawaban : Faktor ekonomi serin...