Dendam Menghancurkan Persahabatan
Penulis : Ifti Luthviana Dewi
Pemeran : Florina, Meisya, Rara, Salsa Fira,
Guru
Tanggal
rilis : 10 Juni 2015
Siang itu saat jam istirahat, empat
orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara, Florina,
Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
Meisya : “Eh, kalian mau pesan minuman apa ?”
Rara : “Aku es jeruk dong.”
Salsa : “Aku juga es jeruk.”
Meisya : “Yaudah, semuanya es jeruk aja ya, biar sama.”
Florina : “Iya gitu aja biar nggak
kelamaan buatnya.”
Meisya : “Oke deh.” (sambil bangkit dan memesan
minuman)
Fira : “Minumnya biar aku aja ya
yang bayar. Udah lama banget nggak nraktir
kalian nih.”
Rara
dkk : “Makasih ya Fir.” (terlihat sangat senang)
Bel tanda
masuk berbunyi.
Florina : “Eh udah bel tuh. Ke kelas yuk
!” (sambil berdiri)
Meisya
dkk : “Yuk !” (seraya bangkit dan
mengajak teman yang lain)
Di kelas,
pelajaran sudah di mulai. Ibu guru telah berada di depan kelas untuk
melanjutkan pelajaran minggu lalu.
Guru : “Anak-anak, seperti yang
sudah Ibu tugaskan minggu lalu, kita akan belajar membuat telur asin. Silahkan
kumpul dengan anggota kelompok masing-masing. Kemudian keluarkan barang-barang
yang sudah ibu suruh bawa dan letakkan di atas meja.”
Florina : “Kalian bawa barang yang udah
dibagi kemarin kan ?”
Fira
dkk : “Bawa dong.”
(mengeluarkan barang-barang dan menaruhnya di atas meja)
Salsa : “Kok abu gosoknya banyak banget
sih. Kita kan Cuma butuh dikit.”
Meisya : “Emang segitu kok abu gosoknya.”
Fira : “Tapi setauku enggak
sebanyak ini. Ini sih berlebihan.”
Rara : “Emang segitu kok Hen.”
Florina : “Kok kalian nggak percaya sih ?
Bener kata Meisya dan Rara, abu gosoknya emang segitu.” (sedikit kesal)
Salsa : “Tapi nggak sebanyak itu
Flor. Iya kan Fir
?”
Fira : “Iya, nggak sebanyak itu.
Sini biar aku aja yang ngerjain !” (mengambil abu gosok)
Meisya : “Biar aku aja! Kalian itu nggak
tau.” (mengambil abu gosok dari tangan Fira)
Melia, Rara,
Florina, Fira dan Salsa saling berebut abu gosok dan akhirnya semua abu
gosoknya tumpah dan mereka terjatuh.
Guru : “Apa-apaan ini ? Kenapa abu
gosoknya tumpah dan berantakan seperti ini ? Sekarang kalian bersihkan sampai
bersih dan nilai kalian Ibu kurangi.” (terlihat marah)
Fira : “Gara-gara kalian sih,
nilai kita jadi dikurangin !” (bicara pada Florina, Meisya dan Rara)
Rara : “Kok jadi kita sih yang
disalahin ? Itu semua kan gara-gara kamu!”
Salsa : “Ini gara-gara kamu!”
Florina : “Kalian sih ngrebut abu gosoknya
! Jadi kita yang kena impasnya.”
Mereka
saling menyalahkan satu sama lain tanpa ada satupun yang mau mengalah dan minta
maaf. Persahabatan mereka terpecah. Fira dan Salsa menjauh dari Florina, Meisya
dan Rara. Mereka saling berencana untuk membalas dendam.
Saat itu
pelajaran Bahasa Indonesia, mereka sedang belajar di perpustakaan.
Florina : “Eh eh eh, kalian kasih buku
ini ke Salsa sama Fira. Biar mereka dimarahin sama Bu Guru. Biar tau rasa.”
(berbisik-bisik dengan Meisya dan Rara sambil menyobek buku perpustakaan)
Meisya : “Nih ada buku. Bu Guru nyuruh
kalian baca.” (memberikannya dengan malas-malas)
Rara : “Ibu Guru! Lihat deh, Salsa
sama Fira ngrobek buku perpustakaan !” (setengah berteriak sambil menunjuk
Salsa dan Fira)
Guru : “Apa yang kalian lakukan
sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu
hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
Fira : “Tapi bukan kita Bu
pelakunya. Kita Cuma dijebak.”
Guru : “Tidak usah banyak alasan !
Jalani saja hukuman yang Ibu berikan!”
Salsa : “Baik Bu.”
Saat di
kelas, Ibu Guru sedang menjelaskan pelajaran, namun Florina, Meisya dan Rara
justru ramai sendiri dan mengobrol di kelas. Ibu Guru yang melihatnya menjadi
jengkel dan marah karena merasa tidak dihargai.
Guru : “Rara, Florina, Meisya ! Apa
yang sedang kalian lakukan ? Ibu sedang menerangkan tapi kalian justru ramai
sendiri. Sudah merasa pintar ?”
Meisya : “Enggak Bu. Maafkan kami.”
Guru : “Kalian Ibu hukum karena
terlalu sering berbuat onar. Sepulang sekolah, kalian bertiga bersihkan kelas
sampai bersih.”
Florina : “Ta tapi Bu”
Guru : “Tidak ada tapi-tapian.
Lakukan saja
tugas kalian.”
Sepulang
sekolah, Florina, Meisya, dan Rara melaksanakan hukuman yang diberikan Ibu
Guru. Setelah selesai, Salsa dan Fira menghampiri mereka bertiga.
Florina : “Mau apa kalian ? Mau mengejek
kami ?”
Fira : “Kita capek musuhan terus
terus sama kalian. Lebih baik kita baikan dan bersahabat lagi.”
Rara : “Benar kata Fira. Kita jadi
sering dihukum karena saling mecoba balas dendam.”
Meisya : “Aku juga setuju dengan mereka.”
Salsa : “Aku juga.”
Florina : “Sebenernya, aku juga ngerasa
kaya gitu. Kalo gitu, maafin kami ya.”
Fira dan
Salsa: “Iya, maafin kita juga ya. Kita sahabatan lagi kan ?”
Rara : “Tentu. Jangan pernah marahan
lagi kaya kemarin ya.”
Mereka
berlima akhirnya saling bermaafan dan kembali bersahabat seperti dahulu. Tidak
ada permusuhan lagi diantara mereka.
·
Unsur Intrinsik
1. Judul : Dendam Menghancurkan
Persahabatan
2. Tema : persahabatan
3. Latar :
v Tempat :
a) Kantin
Siang itu saat jam istirahat, empat
orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara,
Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
b) Ruang kelas
Saat di kelas, Ibu Guru sedang
menjelaskan pelajaran, namun Florina, Meisya dan Rara justru ramai sendiri dan
mengobrol di kelas. Ibu Guru yang melihatnya menjadi jengkel dan marah karena
merasa tidak dihargai.
c) Perpustakaan
Saat itu
pelajaran Bahasa Indonesia, mereka sedang belajar di perpustakaan.
v
Waktu :
a) Siang hari,
Siang itu saat jam istirahat, empat orang
siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara, Florina,
Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
b) Saat istirahat,
Siang itu saat jam istirahat,
empat orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara,
Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
c) Saat pelajaran,
Bel tanda
masuk berbunyi.
Florina : “Eh udah bel tuh. Ke kelas yuk
!” (sambil berdiri)
Meisya
dkk : “Yuk !” (seraya bangkit dan
mengajak teman yang lain)
Di kelas,
pelajaran sudah di mulai. Ibu guru telah berada di depan kelas untuk
melanjutkan pelajaran minggu lalu.
d) Saat pulang sekolah
Sepulang
sekolah, Florina,
Meisya, dan Rara melaksanakan hukuman yang diberikan Ibu Guru. Setelah selesai,
Salsa dan Fira menghampiri mereka bertiga.
v
Suasana :
a) Bahagia,
Siang itu saat jam istirahat, empat
orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara,
Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
Meisya : “Eh, kalian mau pesan minuman apa ?”
Rara : “Aku es jeruk dong.”
Salsa : “Aku juga es jeruk.”
Meisya : “Yaudah, semuanya es jeruk aja
ya, biar sama.”
Florina : “Iya gitu aja biar nggak
kelamaan buatnya.”
Meisya : “Oke deh.” (sambil bangkit dan
memesan minuman)
Fira : “Minumnya biar aku aja ya
yang bayar. Udah lama banget nggak nraktir
kalian nih.”
Rara
dkk : “Makasih ya Hen.” (terlihat
sangat senang)
b) Haru
Fira : “Kita capek musuhan terus
terus sama kalian. Lebih baik kita baikan dan bersahabat lagi.”
Rara : “Benar kata Fira. Kita jadi
sering dihukum karena saling mecoba balas dendam.”
Meisya : “Aku juga setuju dengan mereka.”
Salsa : “Aku juga.”
Florina : “Sebenernya, aku juga ngerasa
kaya gitu. Kalo gitu, maafin kami ya.”
Fira dan
Salsa: “Iya, maafin kita juga ya. Kita sahabatan lagi kan ?”
Rara : “Tentu. Jangan pernah marahan
lagi kaya kemarin ya.”
Mereka
berlima akhirnya saling bermaafan dan kembali bersahabat seperti dahulu. Tidak
ada permusuhan lagi diantara mereka.
C) Marah,
Rara : “Ibu Guru! Lihat deh, Salsa
sama Fira ngrobek buku perpustakaan !” (setengah berteriak sambil menunjuk
Salsa dan Fira)
Guru : “Apa yang kalian lakukan
sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu
hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
d) Kesal
Salsa : “Kok abu gosoknya banyak
banget sih. Kita kan Cuma butuh dikit.”
Meisya : “Emang segitu kok abu gosoknya.”
Fira : “Tapi setauku enggak
sebanyak ini. Ini sih berlebihan.”
Rara : “Emang segitu kok Hen.”
Florina : “Kok kalian nggak percaya sih ?
Bener kata Meisya dan Rara, abu gosoknya emang segitu.” (sedikit kesal)
4. Alur : maju
5. Tokoh : Florina, Meisya, Rara,
Salsa Fira, Guru
6.
Penokohan :
v
Florina
:
a) keras kepala, tidak mau mengalah
Salsa : “Kok abu gosoknya banyak
banget sih. Kita kan Cuma butuh dikit.”
Meisya : “Emang segitu kok abu gosoknya.”
Fira : “Tapi setauku enggak
sebanyak ini. Ini sih berlebihan.”
Rara : “Emang segitu kok Hen.”
Florina : “Kok kalian nggak percaya sih ?
Bener kata Meisya dan Rara, abu gosoknya emang segitu.” (sedikit kesal)
Salsa : “Tapi nggak sebanyak itu
Flor. Iya kan Hen ?”
Fira : “Iya, nggak sebanyak itu.
Sini biar aku aja yang ngerjain !” (mengambil abu gosok)
Meisya : “Biar aku aja! Kalian itu nggak
tau.” (mengambil abu gosok dari tangan Fira)
Melia, Rara,
Florina, Fira dan Salsa saling berebut abu gosok dan akhirnya semua abu
gosoknya tumpah dan mereka terjatuh.
b) Pemaaf
Rara : “Benar kata Fira. Kita jadi
sering dihukum karena saling mecoba balas dendam.”
Meisya : “Aku juga setuju dengan mereka.”
Salsa : “Aku juga.”
Florina : “Sebenernya, aku juga ngerasa
kaya gitu. Kalo gitu, maafin kami ya.”
Fira dan
Salsa: “Iya, maafin kita juga ya. Kita sahabatan lagi kan ?”
Rara : “Tentu. Jangan pernah marahan
lagi kaya kemarin ya.”
v
Meisya : Sombong
Salsa : “Tapi nggak sebanyak itu Flor. Iya kan
Hen ?”
Fira : “Iya, nggak sebanyak itu.
Sini biar aku aja yang ngerjain !” (mengambil abu gosok)
Meisya : “Biar aku aja! Kalian itu
nggak tau.” (mengambil abu gosok dari tangan Fira)
Melia, Rara,
Florina, Fira dan Salsa saling berebut abu gosok dan akhirnya semua abu
gosoknya tumpah dan mereka terjatuh.
v Rara : Pendendam, suka menuduh atau
memfitnah
Florina : “Eh eh eh, kalian kasih buku
ini ke Salsa sama Fira. Biar mereka dimarahin sama Bu Guru. Biar tau rasa.”
(berbisik-bisik dengan Meisya dan Rara sambil menyobek buku perpustakaan)
Meisya : “Nih ada buku. Bu Guru nyuruh
kalian baca.” (memberikannya dengan malas-malas)
Rara : “Ibu Guru! Lihat deh, Salsa
sama Fira ngrobek buku perpustakaan !” (setengah berteriak sambil menunjuk
Salsa dan Fira)
v
Fira :
a) Pemaaf, penyabar
Guru : “Apa yang kalian lakukan
sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu
hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
Fira : “Tapi bukan kita Bu
pelakunya. Kita Cuma dijebak.”
Guru : “Tidak usah banyak alasan !
Jalani saja hukuman yang Ibu berikan!”
Salsa : “Baik Bu.”
Saat di
kelas, Ibu Guru sedang menjelaskan pelajaran, namun Florina, Meisya dan Rara
justru ramai sendiri dan mengobrol di kelas. Ibu Guru yang melihatnya menjadi
jengkel dan marah karena merasa tidak dihargai.
Guru : “Rara, Florina, Meisya ! Apa
yang sedang kalian lakukan ? Ibu sedang menerangkan tapi kalian justru ramai
sendiri. Sudah merasa pintar ?”
Meisya : “Enggak Bu. Maafkan kami.”
Guru : “Kalian Ibu hukum karena
terlalu sering berbuat onar. Sepulang sekolah, kalian bertiga bersihkan kelas
sampai bersih.”
Florina : “Ta tapi Bu”
Guru : “Tidak ada tapi-tapian.
Lakukan saja
tugas kalian.”
Sepulang
sekolah, Florina, Meisya, dan Rara melaksanakan hukuman yang diberikan Ibu
Guru. Setelah selesai, Salsa dan Fira menghampiri mereka bertiga.
Florina : “Mau apa kalian ? Mau mengejek
kami ?”
Fira : “Kita capek musuhan terus
terus sama kalian. Lebih baik kita baikan dan bersahabat lagi.”
b) Baik
Siang itu saat jam istirahat, empat
orang siswa dan siswi yang sudah bersahabat sejak lama yaitu Melia, Rara,
Florina, Fira dan Salsa sedang duduk santai di kantin.
Meisya : “Eh, kalian mau pesan minuman apa ?”
Rara : “Aku es jeruk dong.”
Salsa : “Aku juga es jeruk.”
Meisya : “Yaudah, semuanya es jeruk aja
ya, biar sama.”
Florina : “Iya gitu aja biar nggak
kelamaan buatnya.”
Meisya : “Oke deh.” (sambil bangkit dan
memesan minuman)
Fira : “Minumnya biar aku aja
ya yang bayar. Udah lama banget nggak nraktir
kalian nih.”
Rara
dkk : “Makasih ya Fir.” (terlihat sangat senang)
v
Salsa : keras kepala, tidak mau mengalah, pemaaf
Guru : “Apa-apaan ini ? Kenapa abu
gosoknya tumpah dan berantakan seperti ini ? Sekarang kalian bersihkan sampai
bersih dan nilai kalian Ibu kurangi.” (terlihat marah)
Fira : “Gara-gara kalian sih,
nilai kita jadi dikurangin !” (bicara pada Florina, Meisya dan Rara)
Rara : “Kok jadi kita sih yang
disalahin ? Itu semua kan gara-gara kamu!”
Salsa : “Ini gara-gara kamu!”
Florina : “Kalian sih ngrebut abu gosoknya
! Jadi kita yang kena impasnya.”
Mereka
saling menyalahkan satu sama lain tanpa ada satupun yang mau mengalah dan minta
maaf. Persahabatan mereka terpecah. Fira dan Salsa menjauh dari Florina, Meisya
dan Rara. Mereka saling berencana untuk membalas dendam.
Saat itu
pelajaran Bahasa Indonesia, mereka sedang belajar di perpustakaan.
Florina : “Eh eh eh, kalian kasih buku
ini ke Salsa sama Fira. Biar mereka dimarahin sama Bu Guru. Biar tau rasa.”
(berbisik-bisik dengan Meisya dan Rara sambil menyobek buku perpustakaan)
Meisya : “Nih ada buku. Bu Guru nyuruh
kalian baca.” (memberikannya dengan malas-malas)
Rara : “Ibu Guru! Lihat deh, Salsa
sama Fira ngrobek buku perpustakaan !” (setengah berteriak sambil menunjuk
Salsa dan Fira)
Guru : “Apa yang kalian lakukan sama buku itu ?
Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu hukum untuk
merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
Fira : “Tapi bukan kita Bu
pelakunya. Kita Cuma dijebak.”
Guru : “Tidak usah banyak alasan ! Jalani
saja hukuman yang Ibu berikan!”
Salsa : “Baik Bu.”
v
Guru : tegas, bijak
Guru : “Apa yang kalian lakukan
sama buku itu ? Dasar anak nakal, selalu saja berulah. Sekarang kalian ibu
hukum untuk merapikan buku di perpustakaan ini!” (sangat marah)
Fira : “Tapi bukan kita Bu
pelakunya. Kita Cuma dijebak.”
Guru : “Tidak usah banyak alasan !
Jalani saja hukuman yang Ibu berikan!”
Salsa : “Baik Bu.”
Saat di
kelas, Ibu Guru sedang menjelaskan pelajaran, namun Florina, Meisya dan Rara
justru ramai sendiri dan mengobrol di kelas. Ibu Guru yang melihatnya menjadi
jengkel dan marah karena merasa tidak dihargai.
Guru : “Rara, Florina, Meisya ! Apa yang
sedang kalian lakukan ? Ibu sedang menerangkan tapi kalian justru ramai
sendiri. Sudah merasa pintar ?”
Meisya : “Enggak Bu. Maafkan kami.”
Guru : “Kalian Ibu hukum karena
terlalu sering berbuat onar. Sepulang sekolah, kalian bertiga bersihkan kelas
sampai bersih.”
Florina : “Ta tapi Bu”
Guru : “Tidak ada tapi-tapian.
Lakukan saja
tugas kalian.”
7. Amanat :
Jangan pernah kalian bermusuhan dengan
siapapun, termasuk sahabat kalian sendiri. Karena dendam akan membuat hidup
seseorang menderita dan sengsara. Manusia hidup didunia saling membutuhkan satu
sama lain, tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Jadi, segeralah
meminta maaf kepada orang lain jika kamu memiliki kesalahan.
8. Konflik :
Permulaan : Florina, Meisya, Rara, Slasa
dan Fira mereka dalah lima orang siswi di salah satu sekolah yang sudah
bersahabat sejak lama.
Pengenalan
masalah: Salsa dan Florina saling berargumen menganai jumlah abu gosok yang
akan mereka gunakan, Fira membela Salsa sedangkan Meisya dan Rara membela
Florina.
Puncak
masalah : Persahabatan mereka
terpecah menjadi dua. Salsa dengan Fira sedangkan Florina dengan Meisya dan
Rara. Dua kubu yang dulunya sahabat itu saling mencoba untuk membalas dendam.
Penurunan : Akhirnya mereka sadar bahwa
permusuhan mereka hanya disebabkan oleh hal yang sangat kecil, mereka lalu
saling minta maaf.
Penyelesaian : Mereka berlima bersahabat
kembali.
No comments:
Post a Comment